Bedah Kampus STIKOM DB

BEDAH KAMPUS  STIKOM DINAMIKA BANGSA Kamis 29 Januari 2015 salah satu stasiun tv jambi hadir di kampus Stikom Dinamika Bangsa yaitu Jek TV, mereka hadir dalam acara bedah kampus yang merupakan salah More »

Celah Keamanan Pada OpenSSL

Jakarta – Yahoo hanya salah satu situs yang terkena dampak celah berbahaya dari OpenSSL, di luar itu masih banyak lagi situs besar lainnya yang terancam. Celah bernama Heartbleed yang ditemukan pada sistem enkripsi More »

Hynix Garap DDR4 128 GB

Jakarta – Mungkin belum banyak perangkat komputer yang mendukung penggunaan standar memori DDR4. Namun hal tersebut tak menghentikan Hynix untuk membuat keping memori DDR 4 berkapasitas super besar. Umumnya keping memori yang ada More »

Link Aggregation

Ubuntu Server Link Aggregation (Bonding Interfaces)  Akhir-akhir ini saya dan team di NOC di sibukkan dengan reformasi infrastruktur Jaringan serta membangun File Server dan beberapa server intranet lainnya. Dimana dengan topologi jaringan More »

 

Category Archives: Linux Server

Query Bind9 Menggunakan View

DNS Server menggunakan bind9 … ?
Berkeley Internet Name Domain : aplikasi yang paling umum digunakan pada lingkungan unix.

Walaupun katanya bind memiliki sejarah yang kurang enak dalam security, tapi kemudahan bind membuat saya tetap menggunakannya, tentu dengan chroot :D.

Kali ini ada kebutuhan yang berbeda di bind.
Kebutuhannya seperti ini, “saya ingin jika dns server saya di akses dari ip private maka querynya akan menterjemahkan nama domain ke ip private. dan jika di akses dari internet maka querynya akan melakukan menterjemahkan nama domain ke ip publik.”

Kasusnya adalah ketika kita ingin membangun dns server publik yang berada dibelakang router (dengan menggunakan nat). Mengapa harus dibelakang router ? mengapa harus dengan nat ?

Link Aggregation

Ubuntu Server Link Aggregation (Bonding Interfaces)

 Akhir-akhir ini saya dan team di NOC di sibukkan dengan reformasi infrastruktur Jaringan serta membangun File Server dan beberapa server intranet lainnya. Dimana dengan topologi jaringan yang baru ini, diharapkan beberapa node jaringan dapat berjalan di lingkungan Gigabit, ya walaupun tidak semua, paling tidak beberapa node bisa merasakan bagaimana nyaman nya menjadi bagian dari keluarga Gigabit :p. Bayangkan, kita bisa melakukan pertukaran data via jaringan dengan troughput 500-700Mbps, tentu lebih nyaman dari copy-copy via flasdisk. :))
Komputer-komputer yang akan dijadikan server pun sebenarnya sudah menggunakan gigabit ethernet, namun dikarenakan ingin mendapatkan performance yang lebih dan rasa penasaran untuk melakukan eksplorasi, akhirnya kesampaianlah niat saya untuk mencoba melakukan bonding interface, dimana bonding ini adalah teknik untuk menggabungkan 2 atau lebih network interfaces card.Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan bonding interfaces atau Link Aggregation.
Langsung saja…